Rabu, 27 April 2016

Keegoisan Penghancur Persahabatan

“Ku tak ingin kehilangan sahabat sepertimu,” ucap Hani.
“Aku juga tak ingin kehilanganmu.” balas Nina.
Hani dan Nina memang telah bersahabat sejak 3 tahun yang lalu, mereka sangat dekat layaknya sepasang adik dan kakak. Tapi setelah menduduki bangku SMA Hani telah banyak berubah ia sedang dekat dengan seseorang gadis yang bernama Melati. Di mana ada Melati di situ pasti ada Hani mereka begitu dekat dan semakin dekat hingga pada akhirnya Hani pun tiba-tiba bersikap dingin pada Melati tanpa sebab. Melati bingung dan ia mulai bertanya pada orang terdekat Hani tentang sikapnya itu. Hani semakin kesal dengan sikap Melati karenanya Hani menerima banyak teguran dari teman terdekatnya. Hani pun menceritakan alasannya kepada temannya yang bernama Sabira.
“Kamu perlu tahu Ra alesan aku menjauhi Melati itu karena aku berpikir selama ini aku telah semakin menjauh dari sahabatku Nina yang selama 3 tahun ini menjalani suka duka bersamanya, aku tak ingin kehilangannya Ra,” jelasnya.
“Oke aku paham untuk itu, tapi apa harus kamu bersikap dingin pada Melati?” tanya Sabira.
“Untuk sikap dinginku itu karena aku sedang memiliki masalah aku tak ingin diganggu dengan ocehan-ocehannya, curhatan-curhatan Melati,”
“Hmm, oke kalau begitu setelah kamu tenang aku harap kamu jangan bersikap dingin lagi pada Melati kasihan dia Han,” saran Sabira.
“Iya itu pasti Ra.”
Beberapa hari kemudian Hani pun sudah sedikit tenang dan hendak memperbaiki hubungannya dengan Melati. Akan tetapi dia melihat sebuah status di akun facebook pribadi milik Melati yang berisi, “Aku tetap menyayangimu walau kamu sedikit berbeda padaku sikap kamu menjadi berubah padaku tapi walau begitu aku tetap akan menyayangimu. Maaf dan terima kasih – bersama Hani Tiara”
“Apa-apaan ini? Biar apa coba ngupdate status yang kayak ginian segala, dia egois. Kalau memang mau protes akan sikap aku ya langsung ke orangnya bicara empat mata jangan sampe ada orang yang tauh. Dipikir dia ngupdate kayak gini bisa bikin aku luluh apa, malah dengan kayak gini aku semakin gak suka padanya.” keluh kesal Hani terhadap status itu. Hani pun memutuskan terus bersikap seperti ini pada Melati, sampai Hani bisa bersikap seperti biasa lagi pada Melati.

“Cerpen Karangan: Melin Rohmawati”


Tidak ada komentar:

Posting Komentar