Keegoisan Penghancur Persahabatan
“Ku tak ingin kehilangan sahabat sepertimu,” ucap
Hani.
“Aku juga tak ingin kehilanganmu.” balas Nina.
“Aku juga tak ingin kehilanganmu.” balas Nina.
Hani dan Nina memang
telah bersahabat sejak 3 tahun yang lalu, mereka sangat dekat layaknya sepasang
adik dan kakak. Tapi setelah menduduki bangku SMA Hani telah banyak berubah ia
sedang dekat dengan seseorang gadis yang bernama Melati. Di mana ada Melati di
situ pasti ada Hani mereka begitu dekat dan semakin dekat hingga pada akhirnya
Hani pun tiba-tiba bersikap dingin pada Melati tanpa sebab. Melati bingung dan
ia mulai bertanya pada orang terdekat Hani tentang sikapnya itu. Hani semakin
kesal dengan sikap Melati karenanya Hani menerima banyak teguran dari teman
terdekatnya. Hani pun menceritakan alasannya kepada temannya yang bernama
Sabira.
“Kamu perlu tahu Ra alesan aku menjauhi Melati itu
karena aku berpikir selama ini aku telah semakin menjauh dari sahabatku Nina
yang selama 3 tahun ini menjalani suka duka bersamanya, aku tak ingin
kehilangannya Ra,” jelasnya.
“Oke aku paham untuk itu, tapi apa harus kamu bersikap dingin pada Melati?” tanya Sabira.
“Untuk sikap dinginku itu karena aku sedang memiliki masalah aku tak ingin diganggu dengan ocehan-ocehannya, curhatan-curhatan Melati,”
“Hmm, oke kalau begitu setelah kamu tenang aku harap kamu jangan bersikap dingin lagi pada Melati kasihan dia Han,” saran Sabira.
“Iya itu pasti Ra.”
“Oke aku paham untuk itu, tapi apa harus kamu bersikap dingin pada Melati?” tanya Sabira.
“Untuk sikap dinginku itu karena aku sedang memiliki masalah aku tak ingin diganggu dengan ocehan-ocehannya, curhatan-curhatan Melati,”
“Hmm, oke kalau begitu setelah kamu tenang aku harap kamu jangan bersikap dingin lagi pada Melati kasihan dia Han,” saran Sabira.
“Iya itu pasti Ra.”
Beberapa hari kemudian
Hani pun sudah sedikit tenang dan hendak memperbaiki hubungannya dengan Melati.
Akan tetapi dia melihat sebuah status di akun facebook pribadi milik Melati
yang berisi, “Aku tetap menyayangimu walau kamu sedikit berbeda padaku sikap
kamu menjadi berubah padaku tapi walau begitu aku tetap akan menyayangimu. Maaf
dan terima kasih – bersama Hani Tiara”
“Apa-apaan ini? Biar apa coba ngupdate status yang
kayak ginian segala, dia egois. Kalau memang mau protes akan sikap aku ya
langsung ke orangnya bicara empat mata jangan sampe ada orang yang tauh.
Dipikir dia ngupdate kayak gini bisa bikin aku luluh apa, malah dengan kayak
gini aku semakin gak suka padanya.” keluh kesal Hani terhadap status itu. Hani
pun memutuskan terus bersikap seperti ini pada Melati, sampai Hani bisa
bersikap seperti biasa lagi pada Melati.
“Cerpen
Karangan: Melin Rohmawati”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar