Rabu, 27 April 2016

Perpustakaan Nasional

Hari kamis tanggal 21 april 2016, saya dan ketiga teman saya akan mengunjungi “Perpustakaan Nasional” didaerah Salemba Raya, Jakarta. Saya dan ketiga teman saya berangkat menggunkan angkutan umum angkot,kereta, dan bajaj. Perjalanan terasa sangat cepat dan tak terasa, 2jam perjalanan saya dan ketiga teman saya sampai di tempat tujuan yaitu “Perpustakaan Nasional”.  
Setelah sampai, saya masuk kedalam dan membuat kartu tanda anggota pengunjung “Perpustakaan Nasional” 

Gedung Perpustakaan Nasional
Kartu Tanda Anggota Pengunjung Perpusnas


Selesai membuat kartu anggota, saya dan ketiga teman saya naik ke lantai 2 untuk melihat daftar buku yang akan dibaca. Setelah menemukan buku yang ingin dibaca saya harus mengisi blangko yang isi-nya nama buku,nama pengarang, dan tahun terbit. Jika sudah saya akan menuju lokasi tempat buku yang ingin saya baca dan saya harus menggunakan blangko&kartu anggota untuk meminjam buku yang saya ingin baca. Saya meminjam buku Psikologi Islam isinya sangat menarik tetapi waktu yang saya punya terbatas jadi saya tidak membaca semuanya,jika ada waktu luang dan kesempatan lagi, saya ingin ke "Perpustakaan Nasional" lagi untuk menyelesaikan membaca buku Psikologi Islam. Setelah selesai membaca saya dan ketiga teman saya melanjutkan perjalanan pulang ke bekasi denan menggunakan angkutan umum.



Buku Psikologi Islam

Keegoisan Penghancur Persahabatan

“Ku tak ingin kehilangan sahabat sepertimu,” ucap Hani.
“Aku juga tak ingin kehilanganmu.” balas Nina.
Hani dan Nina memang telah bersahabat sejak 3 tahun yang lalu, mereka sangat dekat layaknya sepasang adik dan kakak. Tapi setelah menduduki bangku SMA Hani telah banyak berubah ia sedang dekat dengan seseorang gadis yang bernama Melati. Di mana ada Melati di situ pasti ada Hani mereka begitu dekat dan semakin dekat hingga pada akhirnya Hani pun tiba-tiba bersikap dingin pada Melati tanpa sebab. Melati bingung dan ia mulai bertanya pada orang terdekat Hani tentang sikapnya itu. Hani semakin kesal dengan sikap Melati karenanya Hani menerima banyak teguran dari teman terdekatnya. Hani pun menceritakan alasannya kepada temannya yang bernama Sabira.
“Kamu perlu tahu Ra alesan aku menjauhi Melati itu karena aku berpikir selama ini aku telah semakin menjauh dari sahabatku Nina yang selama 3 tahun ini menjalani suka duka bersamanya, aku tak ingin kehilangannya Ra,” jelasnya.
“Oke aku paham untuk itu, tapi apa harus kamu bersikap dingin pada Melati?” tanya Sabira.
“Untuk sikap dinginku itu karena aku sedang memiliki masalah aku tak ingin diganggu dengan ocehan-ocehannya, curhatan-curhatan Melati,”
“Hmm, oke kalau begitu setelah kamu tenang aku harap kamu jangan bersikap dingin lagi pada Melati kasihan dia Han,” saran Sabira.
“Iya itu pasti Ra.”
Beberapa hari kemudian Hani pun sudah sedikit tenang dan hendak memperbaiki hubungannya dengan Melati. Akan tetapi dia melihat sebuah status di akun facebook pribadi milik Melati yang berisi, “Aku tetap menyayangimu walau kamu sedikit berbeda padaku sikap kamu menjadi berubah padaku tapi walau begitu aku tetap akan menyayangimu. Maaf dan terima kasih – bersama Hani Tiara”
“Apa-apaan ini? Biar apa coba ngupdate status yang kayak ginian segala, dia egois. Kalau memang mau protes akan sikap aku ya langsung ke orangnya bicara empat mata jangan sampe ada orang yang tauh. Dipikir dia ngupdate kayak gini bisa bikin aku luluh apa, malah dengan kayak gini aku semakin gak suka padanya.” keluh kesal Hani terhadap status itu. Hani pun memutuskan terus bersikap seperti ini pada Melati, sampai Hani bisa bersikap seperti biasa lagi pada Melati.

“Cerpen Karangan: Melin Rohmawati”


I WON’T GIVE UP – JASON MRAZ

When I look into your eyes,
Saat kutatap matamu
It's like watching the night sky
Seolah sedang kupandangi langit malam
or a beautiful sunrise,
Atau indahnya mentari terbit
There's so much they hold
Banyak arti dari dua hal itu
And just like them old stars,
Begitu pula bintang-bintang di atas sana
I see that you've come so far,
Kulihat tlah kau tempuh perjalanan panjang
to be right where you are,
Tuk sampai di tempatmu kini berada
How old is your soul?
Berapakah umur jiwamu?

CHORUS:
I won't give up on us,
Takkan kuberhenti berusaha
even if the skies get rough
Meskipun langit mulai menghitam
I'm giving you all my love
Kuberi kau seluruh cintaku
I'm still looking up
Aku masih tetap melangkah

And when you're needing your space
Dan saat kau ingin sendiri
to do some navigating
Untuk bertualang
I'll be here, patiently waiting,
Aku kan di sini, sabar menunggu
to see what you find.
Tuk melihat yang kau temukan

'Cause even the stars they burn,
Karena meskipun bintang terbakar
some even fall to the earth.
Bahkan ada yang jatuh ke bumi
We got a lot to learn.
Banyak yang kita pelajari
God knows we're worth it
Tuhan tahu kita layak menerimanya
No, I won't give up
Aku takkan menyerah

I don't want to be someone
Aku tak ingin menjadi seseorang
who walks away so easily
Yang pergi dengan mudahnya
I'm here to stay
Aku akan tinggal
and make the difference that I can make
Dan membuat perbedaan
Our differences, they do a lot to teach us,
Perbedaan kita, banyak yang mereka ajarkan pada kita
how to use the tools and gifts we got,
Cara manfaatkan alat dan anugerah yang kita punya
yeah, we got a lot at stake
Yeah, banyak yang kita pertaruhkan
and in the end you're still my friend.
Dan pada akhirnya kau kan tetap jadi temanku
At least we did intend for us to work.
Setidaknya kita berniat pertahankan hubungan kita
We didn't break, we didn't burn.
Kita tak patah arang, kita tak terbakar
We had to learn how to bend,
Kita harus belajar menunduk,
without the world, caving in.
Tanpa dunia ikut runtuh
I had to learn, what I've got
Aku harus belajar, apa yang kupunya
And what I'm not and who I am.
Dan yang tak kumiliki dan siapa diriku



CHORUS

I'm still looking up.
Aku tetap melangkah

Well, I won't give up on us.
Aku takkan berhenti berusaha
(No, I'm not giving up.)
(Aku takkan menyerah)
God knows I'm tough, he knows.
Tuhan tahu aku kuat, Dia tahu.
(I am tough, I am love.)
(Aku kuat, aku adalah cinta.)
We got a lot to learn.
Banyak yang kita pelajari
(We're life, we are love.)
(Kita adalah hidup, kita adalah cinta)
God knows we're worth it.
Tuhan tahu kita layak menerimanya
(And we're worth it.)
(Dan kita layak menerimanya)

CHORUS
LAHIRNYA RASULULLAH ISA BIN MARYAM




Nabi Isa adalah di antara nabi dan rasul Allah . Berbeda dengan manusia lainnya, Nabi Isa terlahir tanpa seorang ayah. Dan ibunya adalah seorang wanita suci dan shalihah. Demikianlah jika Allah menghendaki sesuatu terjadi, maka ia akan terjadi.
Adam, Allah ciptakan tanpa perantara ayah dan ibu. Hawa lahir tanpa campur tangan wanita. Dan Isa hanya dari seorang ibu. Maryam Melahirkan Manusia Mulia. Maryam adalah seorang wanita shalihah yang menjaga diri dan kehormatan. Sudah kami tuliskan kisah Maryam menjaga kesucian dirinya dengan judul Maryam Teladan Bagi Muslimah.
Berita tentang kelahiran Nabi Isa menyebar perlahan. Satu per satu orang tahu, bahwa Maryam yang tak bersuami melahirkan anak laki-laki. Saat hendak melahirkan putranya, Maryam menyendiri di ujung timur Masjid al-Aqsha.
فَحَمَلَتْهُ فَانْتَبَذَتْ بِهِ مَكَانًا قَصِيًّا
“Maka Maryam mengandungnya, lalu ia menyisihkan diri dengan kandungannya itu ke tempat yang jauh.” (QS:Maryam | Ayat: 22).
Lahirlah Nabi Isa di tempat tersebut.
Maryam menyepi dan menyendiri. Ia takut beredar fitnah tentang dirinya di masyarakat. Tentu mereka akan bertanya dari mana ia peroleh anak itu? Mana suamimu? Apakah dari zina? Siapakah bapaknya? Dan tuduhan lainnya. Ia takut akan semua gunjingan itu. Peristiwa ini sangat berat baginya. Seorang wanita tak akan tahan jika kehormatannya dijadikan hina. Maryam adalah wanita shiddiqah. Ahli ibadah. Ia mengabdikan diri di tempat yang suci. Di tanah yang mulia dan qudus.
Disebutkan, keluarganya pun menanyakan tentang putranya. Tentang Isa bin Maryam. Mereka bertanya, “Apakah bisa tanaman tumbuh tanpa benih?” “Bisa. Siapakah yang pertama menciptakan tanaman? Jawab Maryam, retoris. Mereka kembali bertanya, “Bisakah pohon tumbuh tanpa air?” “Bisa. Siapakah yang menciptakan pohon pertama kali?” jawab Maryam. Mereka bertanya lagi untuk yang ketiga kali, “Bisakah seorang anak lahir tanpa seorang ayah?” Maryam menjawab, “Bisa. Sesungguhnya Allah menciptakan Adam tanpa ayah dan ibu”. Mereka pun diam.
Keluarga Maryam adalah orang yang mencintai dan mengenalnya Mereka pun tetap mempertanyakan. Timbul sebersit rasa di hati mereka. Lalu bagaimana pula dengan orang-orang yang jauh, orang-orang fasik, apa yang akan mereka katakan?
Manusia dalam keadaan Nabi Isa ini terbagi menjadi tiga:
·         Pertama: Orang-orang Yahudi. Mereka menuduhnya sebagai anak zina, karena menurut mereka Maryam berzina dengan Yusuf an-Najjar.
·         Kedua: Orang-orang Nasrani. Mereka menganggap Isa sebagai anak Allah. Dan Maha Suci Allah dari yang demikian.
·         Ketiga: Orang-orang Islam. Mereka memuliakan Nabi Isa sebagai seorang nabi dan rasul. Namun tidak berlebih-lebihan terhadapnya, dengan mengimaninya sebagai hamba Allah.

Maryam pergi ke Betlehem. Saat sampai di sana ia berucap,
يَا لَيْتَنِي مِتُّ قَبْلَ هَٰذَا وَكُنْتُ نَسْيًا مَنْسِيًّا
“Aduhai, alangkah baiknya aku mati sebelum ini, dan aku menjadi barang yang tidak berarti, lagi dilupakan”. (QS:Maryam | Ayat: 23).
Ia berharap seandainya mati, karena beratnya keadaan. Lalu Allah menghibur Maryam dengan,
فَنَادَاهَا مِنْ تَحْتِهَا أَلَّا تَحْزَنِي قَدْ جَعَلَ رَبُّكِ تَحْتَكِ سَرِيًّا. وَهُزِّي إِلَيْكِ بِجِذْعِ النَّخْلَةِ تُسَاقِطْ عَلَيْكِ رُطَبًا جَنِيًّا. فَكُلِي وَاشْرَبِي وَقَرِّي عَيْنًا
“Maka menyerunya dari tempat yang rendah: “Janganlah kamu bersedih hati, sesungguhnya Tuhanmu telah menjadikan anak sungai di bawahmu. Dan goyanglah pangkal pohon kurma itu ke arahmu, niscaya pohon itu akan menggugurkan buah kurma yang masak kepadamu, maka makan, minum dan bersenang hatilah kamu.” (QS:Maryam | Ayat: 24-26).
Para ahli tafsir berbeda pendapat tentang siapa yang menyeru Maryam dalam ayat ini. Said bin Jubair, adh-Dhahhak, Amr bin Maimun dll. menyatakan bahwa itu Jibril. Mujahid, al-Hasan, dll. menyatakan bahwa Nabi Isa berbicara kepada Maryam. Ia menghiburnya, ‘Wahai Ibu, janganlah bersedih’. Sang anak menunjukkan bahwa kelahirannya adalah mukjizat dan karunia dari Allah . Maryam pun menjadi tenang.

Maryam Bertemu Kaumnya
Setelah merasakan ketenangan, Maryam pulang dan bertemu kaumnya. Mereka berkata,
فَأَتَتْ بِهِ قَوْمَهَا تَحْمِلُهُ ۖ قَالُوا يَا مَرْيَمُ لَقَدْ جِئْتِ شَيْئًا فَرِيًّا. يَا أُخْتَ هَارُونَ مَا كَانَ أَبُوكِ امْرَأَ سَوْءٍ وَمَا كَانَتْ أُمُّكِ بَغِيًّا
Maka Maryam membawa anak itu kepada kaumnya dengan menggendongnya. Kaumnya berkata: “Hai Maryam, sesungguhnya kamu telah melakukan sesuatu yang amat mungkar. Hai saudara perempuan Harun, ayahmu sekali-kali bukanlah seorang yang jahat dan ibumu sekali-kali bukanlah seorang pezina”. (QS:Maryam | Ayat: 27-28).

Berbeda dengan keluarganya yang mempertanyakan keadaannya, orang-orang fasik langsung menuduh Maryam. Mereka cerca Maryam dengan telah melakukan sesuatu yang sangat mungkar, yakni perzinahan. Mereka bawa-bawa kedua orang tuanya yang baik-baik, agar Maryam semakin malu.
Mereka tuduh Nabi Zakariya lah yang menzinainya. Tanpa pengadilan, mereka hakimi Zakariya dengan membunuhnya. Di antara mereka juga ada yang menuduh Yusuf an-Najjar, sepupu Maryam, adalah bapaknya Isa.
Isa, Bayi Yang Penuh Berkah
Maryam mengetahui, anaknya mampu berbicara dan bersaksi untuk mereka. Ia pun mengatakan,
فَأَشَارَتْ إِلَيْهِ ۖ قَالُوا كَيْفَ نُكَلِّمُ مَنْ كَانَ فِي الْمَهْدِ صَبِيًّا
maka Maryam menunjuk kepada anaknya. Mereka berkata: “Bagaimana kami akan berbicara dengan anak kecil yang masih di dalam ayunan?” (QS:Maryam | Ayat: 29).
Isa memberikan jawaban dan persaksian, membantah tuduhan keji yang dilemparkan pada ibunya.
قَالَ إِنِّي عَبْدُ اللَّهِ آتَانِيَ الْكِتَابَ وَجَعَلَنِي نَبِيًّا
Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi,” (QS:Maryam | Ayat: 30).
Kalimat pertama dari lisan Isa menegaskan bahwa dia adalah hamba Allah , bukan anak Tuhan. Sekaligus juga membantah tuduhan kaumnya terhadap ibunya. Ia membantah orang yang mengatakannya anak Allah atau anak zina.
وَجَعَلَنِي مُبَارَكًا أَيْنَ مَا كُنْتُ وَأَوْصَانِي بِالصَّلَاةِ وَالزَّكَاةِ مَا دُمْتُ حَيًّا. وَبَرًّا بِوَالِدَتِي وَلَمْ يَجْعَلْنِي جَبَّارًا شَقِيًّا. وَالسَّلَامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا.
dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup; dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka. Dan kesejahteraan semoga dilimpahkan kepadaku, pada hari aku dilahirkan, pada hari aku meninggal dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali”. (QS:Maryam | Ayat: 31-33).
Kami tutup kisah ini dengan penjelasan Alquran tentang Nabi Isa :
ذَٰلِكَ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ ۚ قَوْلَ الْحَقِّ الَّذِي فِيهِ يَمْتَرُونَ. مَا كَانَ لِلَّهِ أَنْ يَتَّخِذَ مِنْ وَلَدٍ ۖ سُبْحَانَهُ ۚ إِذَا قَضَىٰ أَمْرًا فَإِنَّمَا يَقُولُ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ.
“Itulah Isa putera Maryam, yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenarannya. Tidak layak bagi Allah mempunyai anak, Maha Suci Dia. Apabila Dia telah menetapkan sesuatu, maka Dia hanya berkata kepadanya: “Jadilah”, maka jadilah ia.” (QS:Maryam | Ayat: 34-35).

Sumber:
– al-Khomis, Utsman bin Muhammad. 2010. Fabihudahum Iqtadih. Kuwait: Dar al-Ilaf.
http://quran.ksu.edu.sa/tafseer/katheer/sura19-aya24.html#katheer

Oleh Nurfitri Hadi (@nfhadi07)
Artikel www.KisahMuslim.com